Pertolongan Allah Dalam Perjalanan Saya Menuju Jakarta - Pena Luqman

Post Top Ad

Pertolongan Allah Dalam Perjalanan Saya Menuju Jakarta

Pertolongan Allah Dalam Perjalanan Saya Menuju Jakarta

Share This


Ini adalah kisah pengalaman kami ketika dalam perjalanan menuju Jakarta, ketika itu Jakarta dilanda banjir bandang , hampir semua media nasional memberitakannya, banjir ini bahkan sampai atap perumahan warga hingga nyaris warga kehilangan rumah sehingga tidak sedikit dari mereka harus mengungsi

Kabar itupun sampai ditelinga kami, berbekal ketaqwaan kepada Allah, Tiket Bis Executive dan uang Rp. 20.000 saya memutuskan untuk tetap berangkat ke Jakarta untuk bersilatu rahmi ke rumah sepupu, berangkat dari terminal tertonadi Solo pukul 15:00 mendapat tempat duduk ditengah, begitu duduk terasa sejuknya AC  bus yang  menyejukkan badan, ditemani selimut dan bantal membuat perjalanan lebih Nikmat

Alhamdulillah, perjalanan sangat lancar sampai kami singgah di rumahmakan untuk menikmati hidangan makan malam yang diberikan oleh pihak bus, setelah makan malam, perjalanan pun dilanjutkan.

Pagi Harinya, Sampai disuatu daerah setelah Indramayu, macet total menghiasi  daerah tersebut sehingga bis yang kami tumpangi  tidak bisa berjalan. hujan yang begitu deras kerap kali membuat sebagian dari penumpang kepanikan ditambah saya hanya membawa uang sebesar Rp.20.000 yang uang ini rencana saya pakai untuk naik angkot 2 kali dari terminal kampung rambutan, seharusnya pagi jam 6 kami sudah sampai di kampong rambutan, berhubung macet total sehingga bis tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Jatah makan di Bus hanya sekali,  terjebak macet ditambah tidak adanya uang untuk membeli makanan membuat saya kelaparan, bekal yang saya bawa ketika itu hanya snack dan itupun tidak cukup untuk mengganjal perut, sabar dan Tawakkal kepada Allah disertai keyakinan bahwa Allah pasti menolong  membuat saya kuat.

Macet begitu lama tak kunjung usai, siang hari bis hanya bisa berjalan sejengkal demi sejengkal, hingga tibalah kami di rumah makan, kami pun turun dari bis begitu juga dengan penumpang yang lainnya. Mata saya memandang ke jalan raya yang sangaat macet.  Perut yang keroncongan membuat saya bertanya kepada sopir bus “pak, apakah penumpang makan gratis disini?  Dia menjawab “Tidak “ .  Tawakkal kepada Allah adalah jurus paling ampuh, saya serahkan semuanya kepada Allah. 

Saya pun berjalan dipinggir jalan bersama  penumpang yang duduk disebelah saya, saya cari tau sebab macet total ini sehingga melumpuhkan jalanan, untuk menghilangkan kebingungan saya bertanya kepada orang yang ada disekitar situ “pak, ini sebab macetnya apa?” dia menjawab “di Jembatan sana ada banjir 2 meter, tadi sempat ada mobil xenia yang berusaha menorobos banjir tapi malah tenggelam dan penumpang yang ada di dalam mobil mati semua.”  Astagfirullah” gumamku dalam hati. Saya bertanya lagi “kira – kira berapa lama lagi banjir Nya akan turun?”  dia menjawab “kata pak polisi, kira – kira 4 hari lagi, dan disini sudah ada bis yang sudah dua malam” dalam Hatiku “haah, 4 hari?? Saya gak punya duit, gimana makannya?  Sebelumnya saya telah update status yang intinya kejebak macet. 

Teman yang duduk disamping saya ini meminjam hp saya , saya pun memberikannya, ternyata dia menelpon bapaknya untuk memberitahukan keadaan sekarang yang menimpa kami berdua dan bapaknya meminta nomor rekening saya dan memang sebelumnya saya telah memberitahukan teman saya ini bahwa uang yang saya bawa sisa Rp.20.000,  sayapun  memberikan nomor rekening saya. Intinya bapaknya menyuruh agar dia mencari stasiun terdekat menuju Jakarta, tiba – tiba hp saya berdering menunjukkan ada sms masuk, sms tersebut “ustadz saya telah mengirimkan uang sebesar RP.1000.000, silahkan dipakai untuk berdua.  Masya Allah ini merupakan pertolongan yang Allah berikan kepada saya, saya tidak pernah bertemu dengan bapaknya apalagi mengenalnya, jika Allah menghendaki sesuatu dia hanya mengatakan kun maka jadilah. Tapi sayang di daerah tersebut tidak ada ATM

Akhirnya saya bersama teman mencari angkutan menuju stasiun terdekat, setelah mencari beberapa lama dan berusaha untuk bertanya kesana kemari, ternyata di daerah tersebut tidak ada angkutan menuju Cirebon disebabkan jalanan lumpuh total, akhirnya ada ojek yang menawarkan diri tapi harga yang dia patok sangat mahal. 

Adzan Maghrib berkumandang, saya dan teman sebangku saya di Bis menuaikan shalat maghrib dan sekaligus meminta kepada Allah agar kami cepat sampai ditujuan.  Setelah menjama’ taqsir dengan shalat isya, teman saya mengajak untuk makan malam, saya menolaknya dengan halus, apa boleh buat uang tinggal Rp.20.000 sedangkan saya masih butuh untuk naik angot 2 kali nantinya,  tapi dia bilang “saya yang bayar”  ketika itu saya merespon ajakannya dan setau saya  Rasulullah tidak pernah menolak hadiah dan ajakan makan.

Kami pun makan nasi goreng di warung pinggir jalan, usai makan malam dia memberikan uang sebesar Rp. 50.000 kepada saya untuk membayar  nasi goreng yang kami pesan, kemudian saya berikan kembalinya, dia mengatakan “tolong simpanin dulu uangnya”
Jam 09 Malam kami dipersilahkan masuk ke dalam Bis, karena bis sudah siap untuk berjalan di tengah macetnya daerah tersebut,  lampu bis dimatikan dan AC dijalankan agar penumpang dapat tidur malam,  melihat pemandangan melalui jendela bis, daerah tersebut seperti kota mati. Rata – rata mobil yang lainnya mematikan mesin mobilnya untuk menghemat bahan bakar

Kami pun tidur dengan berharap kepada Allah pertolongan agar kami dimudahkan untuk sampai tujuan,  bayangan saya selalu “bahwa 4 hari lagi banjir yang ada di jembatan bisa turun, itupun kalau tidak hujan deras” 

Keesokan harinya saya mengambil air Wudhu untuk menunaikan shalat shubuh dan bis masih dalam keadaan macet total, usai menunaikan shalat shubuh saya membangunkan teman duduk saya untuk shalat, dia pun bangun untuk menunaikan shalat shubuh. Jam 6 pagi . banyak penumpang yang turun untuk menghilangkan kebosanan di dalam bis. Ada yang beli makanan ada yang Cuma melihat keadaan sekitar, Lagi – lagi teman saya ini mentraktir saya makanan, dengan uang kembalian makanan tadi malam.  Jazahullahu Khairon. Ini benar – benar merupakan pertolongan Allah.

Singkat cerita, bis sudah bisa berjalan walaupun lambat dan kebanyakan berhenti, hingga sampai  sekitar jam setengah tiga sore,  macet total makin menjadi –jadi, dan sopir bus memperbolehkan kami untuk turun dari bus dan mesin bus di matikan melihat kondisi yang rasanya mustahil bisa berjalan. 

Saya dan teman turun dari bus, untuk mencari makan siang, kebetulan ada penjual indomie tapi harganya sangat mahal, seperti biasa pedangang mengambil momen tersebut untuk menaikkan barang dagangannya dengan harga diluar kewajaran. Uang  teman semakin menipis, sehingga uang dia tidak cukup untuk makan siang dan  Karena batrei Hp saya juga  lowbet saya memutuskan untuk mengecasnya di masjid dan Alhamdulillah ada masjid di dekat berhentinya bis yang kami tumpangi.

Pertolongan Allah terus datang kepada kami, Setelah sampai di masjid , saya melihat banyak sekali orang mengungsi di sana, dari yang muda sampai yang tua. Kamudian ada seorang paruh baya menawarkan kami berdua 2 nasi bungkus dan 2 gelas air minum, kami pun makan dengan sangat lahap. Allahu Akbar wal Hamdulillah, rezeki yang tak terduga sama sekali.

Singkat cerita, kamipun naik ke dalam bis, dengan modal Tawakkal dan mengharap ada kejaiban yang memudahkan kami sampai tujuan, bis berjalan dengan menyalib beberapa bis yang lainnya yang sama – sama macet, hingga akhirnya sampailah kami di jembatan yang terkena banjir 2 meter tersebut, Alhamdulilah banjir telah turun menjadi 1 meter. karena sopir bis ini memiliki nyali yang besar dia pun nekat untuk menerobos banjir, mungkin kalau mobil sekelas Avanza tidak bisa menerobosnya selain pendek juga otomatis mesin mobilnya mati.

Setelah melewati jembatan,  bis berjalan dengan lancar hingga kami sampai tujuan sebelum Adzan Maghrib. Alhamdulillah atas  nikmatnya yang sangat banyak. Setelah sampai tujuan , saya membuka Facebook dan melihat komentar ternyata ada teman saya yang juga masih di Indramayu, bisnya terjebak macet padahal bis dia lebih dahulu berangkat. Tentu ini tidak lepas dari pertolongan Allah yang diberikan oleh kami. Allah berfirman : 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”  (Al-Baqarah : 186)

Muh. Luqman Hakim
Jember, 14-02-2015
www.penaluqman


3 komentar:

  1. Tuhan tidak akan membiarkan umatnya berjalan sendirian sob
    Kunjungan balik ya thx

    BalasHapus
  2. Selamat siang untuk seluruh WNI dan juga seluruh ASIA, nama saya Bu Nurliana Novi, saya ingin membagikan testimoni hidup saya di sini pada platform ini untuk semua WNI dan seluruh asia agar berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Allah benar-benar mendukung saya melalui ibu. Ibu Elina yang baik

    Setelah beberapa periode mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan ditolak terus-menerus, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya ditipu dan saya kehilangan Rp 15.000.000 dengan pemberi pinjaman yang berbeda.

    Saya putus asa untuk mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan teman saya yang kemudian mengenalkan saya kepada Bu Elina, yang merupakan pemilik perusahaan peminjaman global, jadi teman saya meminta saya untuk melamar ke Bu Elina, jadi saya menyimpulkan keberanian dan menghubungi Nyonya Elina.

    Saya mengajukan pinjaman sejumlah Rp500.000.000 dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua pengaturan dilakukan pada transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan jaminan untuk pinjaman transfer Saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi aplikasi Mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disimpan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa rekening saya dikreditkan dengan jumlah Rp500.000.000. Saya sangat senang bahwa ALLAH akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang telah memberikan saya keinginan hati saya.

    Mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan bagaimana menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda.

    Semoga ALLAH memberkati Bunda Elina yang telah membuat hidup saya mudah, jadi saya menyarankan siapapun yang berminat untuk mendapatkan pinjaman silahkan hubungi Bu Elina via email: elinajohnson22@gmail.com untuk pinjaman anda
    Ada perusahaan palsu online lain yang menggunakan kesaksian saya untuk mencapai keinginan egois mereka, saya satu-satunya dengan kesaksian yang benar ini, ketika Anda menghubungi kemudian meminta mereka untuk bukti pembayaran ke ibu`` tolong hati-hati orang-orang ini oke

    Akhir kata saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian hidup saya yang sebenarnya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa Tuhan akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.Satu lagi nama saya mrs nurliana novi, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: nurliananovi96@gmail.com

    BalasHapus

Pages